Analisis Struktur Bangunan Bawah Tanah Stasiun MRT


Proyek pembangunan MRT Jakarta tengah ramai dan menjadi salah satu pemberitaan hangat di media. Hal tersebut dapat dimaklumi karena ini adalah kali pertama dalam sejarah MRT pada akhirnya benar-benar dibangun di ibukota Indonesia. Negeri kita memang terlambat membangun MRT yang mana negara lain telah lebih dulu membangun sejak akhir tahun 80an. Hal ini mengakibatkan kurangnya engineer kita yang memiliki experience dalam proyek MRT kecuali bagi mereka yang permah bekerja untuk proyek MRT di luar negeri.

Kali ini saya ingin membahas konsep dasar untuk menganalisis struktur bangunan bawah tanah khususnya Stasiun MRT. Berikut saya berikan contoh stasiun MRT bawah tanah di kota Taipei yang bernama MRT Zhongxiao Fuxing. Sekarang kita fokus pada bagian tengah lambung stasiun dimana terdapat bukaan pada lantai mezzanine. Apabila kita potong, maka kita akan mendapatkan potongan berupa frame structure yang mana pada bagian mezzanine menjadi kantilever karena terdapat void pada tengah bentang.


Beban-beban yang perlu dimasukkan dalam analisis yaitu beban mati atau berat sendiri, beban hidup yang terdiri dari oranng atau penumpang, beban kereta yang dihitung per meter panjang, beban super imposed dead load yang terdiri dari beban lantai finishing, beban track work, beban rel, beban mekanikal dan elektrikal, ornamen arsitektur, dll. Adapun beban yang bekerja di luar struktur adalah beban tekanan air, beban tekanan tanah, beban tekanan overburden,dll. Hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung beban tekanan air dan tekanan tanah yaitu tinggi muka air, dimana tinggi muka air harus mensimulasikan tinggi muka air normal, tinggi muka air tinggi, tinggi muka air rendah, dan tinggi muka air banjir. Sebagai contoh, berikut adalah diagaram beban-beban yang bekerja dalam kondisi tidak seimbang yaitu kondisi muka air di kiri lebih tinggi daripada muka air di kanan.

Selanjutnya perlu didefinisikan kondisi syarat batas struktur. Apabila struktur menempel langsung pada tanah disekitarnya, maka tanah dapat diasumsikan sebagai nonlinier soil spring yang mempunyai kekakuan tertentu. Kekakuan soil spring disamping dinding struktur dapat dimodelkan dengan py curve sedangkan tanah di bawah struktur dapat dimodelkan dengan qw curve. Besarnya kekakuan tanah sangat bergantung pada jenis tanah dan tekanan efektif tanah yang artinya tergantung pada kedalaman dan tinggi muka air. Semakin dalam tanah, makansemakin besar juga nilai kekakuannya, tapi tentunya ada batas kekakuan dari tanah itu sendiri. Selain itu, apabila struktur menggunakan pile, maka pile juga dapat dimodelkan sebagai spring.

Kombinasi pembebanan harus mencakup beberapa kondisi kritis struktur yang ditetapkan oleh code atau design criteria. Hasil dari analisis ini yaitu gaya-gaya dalam struktur arah transversal stasiun berupa envelope aksial, shear, dan bending momen. Dengan demikian analisis struktur untuk penampang tersebut telah selesai dilanjutkan dengan desain tulangan. Sebagai catatan, analisis untuk penampang lain perlu dilakukan dan beban lain yang belum dimasukkan juga harus dipertimbangkan misalnya beban gempa. Selain itu, analisis masih perlu dilanjutkan dengan analisis arah longitudinal stasiun untuk mendapatkan tulangan arah longitudinal. Terakhir, analisis stabilitas juga perlu dicek yang mana akan saya bahas pada tulisan yang lain.

About Andre Puja Oktora

I am a Civil Engineer specialist in underground structure as well as bridge design. I love travelling. My dream is to step my feet in all continents before 40.
This entry was posted in Akademik, Belajar, Indonesia, Taiwan, Teknik Sipil and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s