Struktur Rangka Baja Tahan Gempa


Perencanaan daerah yang mengalami leleh tersebut ditentukan berdasarkan jenis struktur. Dalam hal ini ada 3 jenis struktur, yaitu sistem rangka pemikul momen, struktur rangka bresing konsentrik, struktur rangka bresing eksentrik. Untuk lebih jelasnya, bagian yang mengalami kelelehan tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
(gambar EBF,SMF,dll)
Daerah-daerah yang telah kita tentukan akan terjadi leleh tersebut harus dapat dijamin dapat menyerap energi gempa secara baik dan tidak boleh terjadi keruntuhan getas ataupun fraktur pada komponen tersebut.
Konfigurasi Sistem Struktur
Konfigurasi Struktur Bangunan Baja Tahan Gempa yang dikenal dalam SNI 1729-2002 dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Sistem Rangka Pemikul Momen (Moment Resisting Frames)
Sistem Rangka Pemikul Momen mempunyai kemampuan menyerap energi yang baik, tetapi memerlukan terjadinya simpangan antar lantai yang cukup besar supaya timbul sendi-sendi  plastis  pada  balok  yang  akan  berfungsi  untuk  menyerap  energi  gempa. Simpangan yang terjadi begitu besar akan menyebabkan struktur tidak kaku sehingga mengakibatkan kerusakan non-struktural yang besar disamping akan menambah pengaruh efek P-∆ terutama pada bangunan tinggi.
2. Sistem Rangka Bresing Konsentrik (Concentrically Braced Frames)
Sistem Rangka Bresing Konsentrik merupakan pengembangan dari sistem portal tak berpengaku atau lebih dikenal dengan Moment Resisting Frames (MRF). Sistem Rangka Bresing Konsentrik dikembangkan sebagai sistem penahan gaya lateral dan memiliki tingkat kekakuan yang cukup baik. Hal ini bertolak belakang dengan sistem MRF yang hanya bisa digunakan sebagai penahan momen. Kekakuan sistem ini terjadi akibat adanya elemen pengaku yang berfungsi sebagai penahan gaya lateral yang terjadi pada struktur. Sistem ini penyerapan energinya dilakukan melalui pelelehan yang dirancang terjadi pada pelat buhul. Sistem ini daktilitasnya kurang begitu baik sehingga kegagalannya ditentukan oleh tekuk bresing.
3. Sistem Rangka Bresing Eksentrik (Eccentrically Braced Frames)
Pada Sistem Rangka Bresing Eksentrik ada suatu bagian dari balok yang disebut Link dan direncanakan secara khusus. SRBE diharapkan dapat mengalami deformasi inelastis yang cukup besar pada Link saat memikul gaya-gaya akibat beban gempa rencana karena element link tersebut berfungsi sebagai pendisipasi energi ketika struktur menerima beban gempa. Pendisipasian energi ini diwujudkan dalam bentuk plastifikasi pada elemen link tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan Sistem SRBE mempunyai nilai daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan SRBK yang lebih mengutamakan pada kekuatan strukturnya. Kolom-kolom, batang bresing, dan bagian dari balok di luar Link harus direncanakan untuk tetap dalam keadaan elastis akibat gaya-gaya yang dihasilkan oleh Link pada saat mengalami pelelehan penuh hingga tahap perkerasan regangan.

Perencanaan daerah yang mengalami leleh tersebut ditentukan berdasarkan jenis struktur. Dalam hal ini ada 3 jenis struktur, yaitu sistem rangka pemikul momen, struktur rangka bresing konsentrik, struktur rangka bresing eksentrik. Untuk lebih jelasnya, bagian yang mengalami kelelehan tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar A: Struktur Rangka Bresing Eksentrik

Gambar B: Struktur Rangka Bresing Eksentrik

Gambar C: Struktur Rangka Bresing Konsentrik

Daerah-daerah yang telah kita tentukan akan terjadi leleh tersebut harus dapat dijamin dapat menyerap energi gempa secara baik dan tidak boleh terjadi keruntuhan getas ataupun fraktur pada komponen tersebut.

Konfigurasi Sistem Struktur

Konfigurasi Struktur Bangunan Baja Tahan Gempa yang dikenal dalam SNI 1729-2002 dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Sistem Rangka Pemikul Momen (Moment Resisting Frames)

Sistem Rangka Pemikul Momen mempunyai kemampuan menyerap energi yang baik, tetapi memerlukan terjadinya simpangan antar lantai yang cukup besar supaya timbul sendi-sendi  plastis  pada  balok  yang  akan  berfungsi  untuk  menyerap  energi  gempa. Simpangan yang terjadi begitu besar akan menyebabkan struktur tidak kaku sehingga mengakibatkan kerusakan non-struktural yang besar disamping akan menambah pengaruh efek P-∆ terutama pada bangunan tinggi.

2. Sistem Rangka Bresing Konsentrik (Concentrically Braced Frames)

Sistem Rangka Bresing Konsentrik merupakan pengembangan dari sistem portal tak berpengaku atau lebih dikenal dengan Moment Resisting Frames (MRF). Sistem Rangka Bresing Konsentrik dikembangkan sebagai sistem penahan gaya lateral dan memiliki tingkat kekakuan yang cukup baik. Hal ini bertolak belakang dengan sistem MRF yang hanya bisa digunakan sebagai penahan momen. Kekakuan sistem ini terjadi akibat adanya elemen pengaku yang berfungsi sebagai penahan gaya lateral yang terjadi pada struktur. Sistem ini penyerapan energinya dilakukan melalui pelelehan yang dirancang terjadi pada pelat buhul. Sistem ini daktilitasnya kurang begitu baik sehingga kegagalannya ditentukan oleh tekuk bresing.

3. Sistem Rangka Bresing Eksentrik (Eccentrically Braced Frames)

Pada Sistem Rangka Bresing Eksentrik ada suatu bagian dari balok yang disebut Link dan direncanakan secara khusus. SRBE diharapkan dapat mengalami deformasi inelastis yang cukup besar pada Link saat memikul gaya-gaya akibat beban gempa rencana karena element link tersebut berfungsi sebagai pendisipasi energi ketika struktur menerima beban gempa. Pendisipasian energi ini diwujudkan dalam bentuk plastifikasi pada elemen link tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan Sistem SRBE mempunyai nilai daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan SRBK yang lebih mengutamakan pada kekuatan strukturnya. Kolom-kolom, batang bresing, dan bagian dari balok di luar Link harus direncanakan untuk tetap dalam keadaan elastis akibat gaya-gaya yang dihasilkan oleh Link pada saat mengalami pelelehan penuh hingga tahap perkerasan regangan.

About Andre Puja Oktora

I am a Civil Engineer specialist in underground structure as well as bridge design. I love travelling. My dream is to step my feet in all continents before 40.
This entry was posted in Struktur Baja, Teknik Sipil, Tugas Akhir and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Struktur Rangka Baja Tahan Gempa

  1. online says:

    sangat menarik, terima kasih

  2. cucun says:

    wah keren nih ka andre,.lumayan buat nambah2in bab 2 ku hehehe,.

  3. Anjas Tri Sukmono says:

    aku ngopy mas…wat bab 2 nih, seminggu lagi mw seminar.

  4. Victoria Anastasia says:

    aku juga kak…bwt bab 2 jg…thx ya kak…

  5. dauz says:

    bgus cra penympaianya mas q copy ya.

  6. Muhtar says:

    izin copas ya kak. buat seminar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s