Life in Love

Karena kau tulang rusuk ku

December 27, 2007 · 3 Comments

everlasting love

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang
rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam
tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua
pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita
untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, (more…)

Categories: Love
Tagged: , ,

In search God (Mencari Tuhan)

December 27, 2007 · 4 Comments

M E N C A R I T U H A N

Oleh : Gamesh

 

Mencari Tuhan, haruskah ?

Dengan cara bagaimana ?

Haruskah mencari Tuhan dengan agama ?

Agama yang benar itu seperti apa ?

Apa syarat sehingga bisa disebut agama?

Keresahan saat mencari kebenaran, bisa sangat subyektif. Keresahan adalah bekal pencarian. Kesalahan adalah buah dari ketidakpahaman. Tidak ada orang salah yang ada hanyalah orang yang tidak paham.

Mencari Tuhan

Mungkin sudah bawaan setiap manusia, suatu saat akan bertanya tentang sesuatu yang tertinggi di luar dirinya. Dalam perkembangan sejarah manusia, pencarian Tuhan terbagi dalam dua aliran utama : Tuhan itu memang ada atau kita yang meng-ada-kan, sesuatu realitas tertinggi ataukah suatu abstraksi tertinggi . Kita harus menghormati perbedaan ini. Untuk mengurangi sekat perbedaan, kita bisa mencatat proses pencaharian ini sebagai hal yang alami bisa juga sebagai titipan memory surgawi.

Bila Tuhan dipercaya ada, sering terpahami kalau tahkta suci terlalu tinggi di langit, tidak terjangkau penghuni dunia. Pencaharian akan bermuara kemana-mana, kerinduan akan Tuhan pun bisa bermuara ke humanisasi Tuhan, memanusiawikan Tuhan agar mudah terpahami, Tuhan yang bertingkah-laku seperti manusia, medianya bisa apa saja: lagu, film, humor.

Ada lagu bagus berjudul “One of us” oleh Joan Osbourne, liriknya sarat ‘kerinduan’ “God is Great, God is good, what if God was one of us, just a slob like one of us, just astranger on the bus..” . Kita tidak bisa bilang ini humanisasi yang kebablasan.

Era 90-an banyak film bioskop yang memanusiawikan penghuni langit. Seperti City of Angle dari Nicolas Cage, High Way to Heaven nya Michael London. Para penghuni langit yang manusiawi, bisa main soft ball juga jatuh cinta. Sejak zaman Michael Angelo sampai akhir abad 20, semua perwujudan Tuhan dalam film pasti orang ras kulit putih. Baru akhir-akhir ini kulit berwarna bisa menjadi perwujudan Tuhan, Bruce All Mighty. Kerinduan akan Tuhan sangat memperhatikan isu sara, hebatnya makluk tanah liat.

Saat isu feminisme merebak, identitas Tuhan pun dipertanyakan. Dalam bahasa Inggris God menjadi HE, ini yang diperotes. Protes berujung pada tuduhan bahwa segala bentuk agama & asesorisnya adalah hanya ciptaan kaum maskulin, untuk legitimasi otoritas. Ditengah protes yang merebak, karena Amstrong menulis dalam buku sejarah Tuhan, hebatnya bahasa Arab kata Allah adalah maskulin tetapi kata al-Dzat adalah feminim.

Hal-hal seperti ini produk langit atau produk bukan langit, kita bisa berdebat panjang lebar karena tidak ada seorangpun yang berhak memonopoli kebenaran. Atau kita mencoba memahaminya dengan arif, ciri orang yang sudah tercerahkan. Di beberapa agama & -isme dikenal anak Tuhan, anak dewa atau titisan dewa, ada juga fenomena perantara, orang-orang suci yang sudah meninggal maupun belum sebagai perantara doa kita pada Tuhan. Apa benang merahnya dari hal di atas? Penghuni dunia butuh penghuni langit yang dekat, yang manusiawi, yang mudah dipahami.

Haruskah agama & -isme : humanis?

Dengan jalan bagaimana kita mencari Tuhan? (more…)

Categories: Faith
Tagged: , ,